Sabtu, 03 Maret 2012

Kenapa harus malu untuk berbuat kebaikan...??

Cerita berikut ini adalah kisah
nyata dan bisa jadi tengah
terjadi pada diri kita namun kita
tidak atau belum menyadarinya.
Saat ini zaman serba modern,
yang kuno-kuno dianggap
ketinggalan. Ibadah-ibadah yang
mengagungkan syiar Islam
banyak tergeser dari
peradabannya. Salah satu
contoh yang simpel adalah
sholat jamaah lima waktu dan
tadarrus Al-Quran. Pemuda
sekarang yang diagung-
agungkan adalah hal-hal yang
bersifat kontemporer. Salah satu
contoh yang simpel adalah
kumpul-kumpul di gardu, pos,
cakruk sambil main gitar, remi,
lacak sembari minum-minuman.
Kalau tidak mabuk katanya tidak
gaul.
Di siang hari, teriknya mentari
menghadirkan seribu alasan di
hati untuk berbuat kebaikan.
Saat akan melangkahkan kaki
hatipun jadi ragu, lalu memasang
kedua belah mata tengok ke kiri
dan kanan. Adakah orang
melihat? Jika tidak ada yang
melihat, langkahpun dilanjutkan.
Dan jika ada yang melihat
langkahpun diurungkan.
Rupanya banyak sekali ibadah-
ibadah yang saat akan dijalani
tiba-tiba saja diurungkan hanya
gara-gara lingkungan
mengucilkan pelaksananya.
Di malam hari, hawa dingin yang
menusuk hingga ke tulang
belulang yang membuat rasa
kantuk juga menjadi alasan
untuk tadarrus Al-Quran. Padahal
kalau kumpul-kumpul di gardu,
tidak peduli lagi panas teriknya
mentari atau dinginnya malam
bahkan kantukpun jadi hilang
saat memutar musik yang
menjadi kesukaan.
Masih ingatkah kita akan kisah
Nabi Ibrahim, as? Beliau adalah
putera seorang musyrik
bernama Azar. Azar terkenal
sebagai seorang tukang
pembuat patung sesembahan
yang kemudian dijual kepada
penganut aliran agama nenek
moyang mereka yang telah
disesatkan, sesat dan
menyesatkan.
Masih ingat pulakah kita akan
cerita Nabi Nuh, as? Beliau
memiliki 4 orang putera yang
tiga diantaranya taat yaitu Sam,
Ham, Yafits, dan satunya lagi
bernama Kan'an yang
mendustakan agama Alloh,
agama yang diajarkan ayahnya
sendiri.
Menurut kisah yang pernah saya
baca, kelak di hari kiamat Nabi
Ibrahim, as tidak dimintai
pertanggungjawaban atas
musyriknya Azar, ayah beliau.
Namun berbeda lagi dengan
Nabi Nuh, as. Beliau tidak bisa
memberi syafaat kepada
umatnya karena anak beliau
sendiri yang bernama Kan'an
adalah seorang yang ingkar
kepada Alloh, SWT.
Intinya begini, kenapa kita harus
malu berbuat kebaikan?
Meskipun kita adalah anak
seorang pemabuk, tukang judi,
pezina sekalipun jika kita
berbuat baik dan jadi anak
sholeh kita tidak akan dimintai
pertanggungjawaban atas dosa
yang dilakukan oleh orang tua
kita.
Berbeda lagi jika kita berbuat
kejahatan lalu kita menelorkan
anak-anak yang jahat, maka
imbasnya akan mengenai kita
juga. Kita tetap akan dimintai
pertanggungjawaban atas
kejahatan anak-anak kita.
Subhanalloh....
Maka dari itu, marilah kita
perbaiki hidup kita!
Yang lalu biarlah berlalu, jika kita
berbuat salah segeralah
bertaubat!
InsyaAlloh pintu taubat masih
terbuka lebar.
(Written by Nando' Itulah Sunny)

Jumat, 02 Maret 2012

Grup FB Bulak

Sebagai generasi pemuda yang cerdas dan selalu aktif mengikuti perkembangan tekhnologi dan multimedia serta turut berperan aktif dalam masyarakat karena jiwa sosial yg tinggi yang tlah tertanam dlm diri para pemuda Paguyuban Tunas Harapan,muncul sebuah Grup FB Bulak yang dibuat pada 19 Maret 2011.
Grup ini adalah media komunikasi antar anggota paguyuban..dan untk merekatkan silaturahmi serta persahabatan dan persaudaraan.
Grup FB Bulak sampai artikel ini diposting telah ada 72 member.
[Bersambung...]
*cpek ngetik dan khabisan bahan..*